Review Novel Bidadari Bermata Bening, karya Habiburrahman El Shirazy

 Bismillahirrahmanirrahim.

 Assalamu’alaikum teman-teman, kali ini aku mau review bukunya salah satu penulis favorit. Judulnya “Bidadari Bermata Bening”, ini buku yang menurut aku luar biasa banget. Keren. Makna yang terkandung di dalamnya sangat dalam. Tepat dari apa yang tertulis di sampul bukunya berwarna gold itu, (Sebuah Novel Pembangun Jiwa).

 

Oke, langsung saja ke intinya ya. Ayna, perempuan cantik yang memiliki mata bening. Wajahnya tak terlihat seperti jawa tulen, sebab ada darah arab yang mengalir dalam darahnya. Ayahnya meninggal setelah ia berada dalam kandungan ibunya selama tiga bulan. Setelah ibunya meninggal, Ayna masuk ke pesantren. Di sinilah awal dari perjalanan menemukan jati diri hingga cinta.

Di pesantren, Ayna difitnah sebagai anak haram oleh Neneng. Tak puas menghina dirinya, Neneng pun menghina ibunya, Neneng menyebut kalau ibunya Ayna main serong dengan laki-laki di arab, sebab ibunya adalah seorang TKW di sana. Apakah Ayna diam saja atas tuduhan keji ke ibunya? Gimana cara Ayna menghentikan Neneng yang banyak bicara? Nah, di sini aku suka cara Ayna menghadapi orang seperti Neneng. Seru, aku jadi ikut ngebayangin adegan Ayna dan Neneng. Memang ya, kata bapakku, perempuan itu perlu bisa bela diri, minimal sabuk biru laaah....

Lanjut ya...

Pada halaman 48, saat Ayna mengajari cucu Bu Nyai, mereka membahas soal Rotasi Bumi itu apa? jawabannya, rotasi bumi adalah bumi berputar pada porosnya. Ternyata itu kurang tepat. Loh kok? Jawaban Ayna atas pertanyaan ini membuatku merasa malu. Dan di halaman berikutnya ada pertanyaan-pertanyaan menyibakkan sesuatu yang membuatku berkata, oooh. 

Dalam hidup, pada diri perempuan maupun laki-laki, akan ada saling ketertarikan antar lawan jenis. Ketertarikan bisa tumbuh menjadi cinta yang kuat dan menghebatkan. Kisah cinta Ayna dengan Gus Afif putra bungsu Romo Kyai sangat romantis dan mengharukan. Seperti kisah Rama dan Sinta dalam pewayangan. Ayna terpaksa menikah dengan laki-laki yang dijodohkan Pak De-nya. Bayangkan, gimana rasanya berbagi kisah dengan orang yang gak kamu cintai sama sekali?

Lagi-lagi, Ayna adalah perempuan yang gak cuma cantik tapi juga cerdas. Ia memberikan satu syarat sebelum pernikahannya, Yoyok, nama bakal suaminya. Selama Yoyok belum hapal Al-Fatihah, ia tak boleh menyentuhnya. Duh, parah banget gak sih, Al-Fatihah aja gak hapal. Bisa bayangkan sendiri bagaimana keseharian laki-laki itu. Setelah menikah, Ayna juga bekerja sendiri untuk makan dan menabung, ia gak mau makan dari keringat suaminya. Kenapa? Ada alasan yang membuatnya memilih itu. Benar banget, apa-apa yang Tuhan katakan, “Setelah kesulitan ada kemudahan”. Kisah Ayna ini membuat Jiwa-jiwa pesimisku berubah drastis. Setelah Ayna mencapai apa yang gak mungkin baginya.

Di bagian ini, mataku sudah membengkak, dada pun ikut sesak. Ah, lebay. Kamu tipe orang yang baperan gak? kalau iya, berarti kita jodoh. Duh! 

Ayna sangat gigih menjaga kesucian dirinya. Harapan agar disatukan dengan Gus Afif terus melangit. Laki-laki baik yang dicintainya. Sedang Gus Afif syok karena tau Ayna menikah dengan laki-laki lain, hidupnya berubah drastis. Seperti mayat yang hidup. Ngeri gak tuh? Hmm, Apakah Gus Afif bisa mengobati dirinya? Perjalanan seperti apa yang ditempuh? Meninggalkan Abah dan Ummi, mengikuti jejak Imam Asy Syibli untuk memperbaiki dirinya. Ia merasa telah hancur dan merasa tak pantas bersanding dengan Ayna yang mampu membebaskan dirinya sendiri dari Rahwana. Eh, si Yoyok maksudnya.

Akankah usaha-usaha mereka membuahkan hasil yang manis? Apakah cinta mereka menyatukan keduanya? Setelah pernikahan pertamanya, apakah Ayna masih menjadi perempuan suci?

Dari pada penasaran gak karuan, mending langsung aja baca bukunya. Teman-teman bisa beli di Gramedia atau toko online terpercaya. O, ya, aku gak nyaranin banget, buat beli yang bajakan. Karena... ya begitulah. Sakit aja rasanya. Hiks.

Komentar