7 Fakta Tentang Diri

 


Bismillah.

Saya agak gimana gitu kalau mengulik tentang diri sendiri, sebab pandangan orang kan berbeda-beda. Saya bilang begini, orang lain nilainya begitu.

Gimana puasanya? Masih segar kan?

Baiklah, jangan lupa dibaca sampai akhir ya. Hal-hal yang jarang diketahui orang lain kecuali teman dekat, semakan, seminum, sekamar, sepermainan, teman hidup kali. Dahlah ya.

1.       Pelupa

Meskipun tidak menyukai orang yang ceroboh, tapi pelupa ini nyaris masuk kategori ceroboh. Meminimalisir pelupa atau keterbatasan daya ingat ini, saya biasanya mencatat. Seperti ide nulis, kalau ide itu datang, maka saya segera mencari buku dan pena atau handphone ­untuk menuliskannya. Sedikit saja, nanti atau keesokan hari, baru dijabarkan panjang lebar.

Meletakkan sesuatu pada satu tempat lalu menamainya. Musuhnya adalah mereka yang meminjam barang saya dan tidak dikembalikan pada tempatnya. Saya memutuskan tidak meminjamkannya lagi, atau diberikan saja dan beli baru. Parah. Dari pada dongkol makan hati.

Sebenarnya saya senang kalau apa yang saya punya dipinjam, dengan syarat dijaga dan dikembalikan pada tempatnya. Tapi bukan suami ya. Eh.

2.       Tidak suka bicara dua kali

Mungkin sebagian orang suka mengatakan sesuatu yang penting hingga berulang kali untuk mengingatkan kembali. Tapi  saya cenderung diam saja dan mengabaikan, ketika ucapan saya diminta untuk dikatakan lagi.

Biasanya sih, kalau hendak mengatakan sesuatu yang penting, saya akan menuliskannya, meminta mereka untuk mencatatnya atau meminta mereka mengingat sendiri.

3.       Tidak Suka Bau Parfum Apapun Mereknya

Jadi ceritanya dulu waktu di dalam kelas, saya mendadak mabuk kendaraan, pusing dan mual. Setelah diusut ternyata bersumber dari teman yang duduk bersebelahan. Okelah ya, kalau itu teman yang tidak duduk bareng, makan bareng, ke mana-mana bareng. Mau pakai kemenyan juga silakan.

Terkadang memakai parfum justru memicu perpecahan dalam pertemanan. Hahaha.

Kalau memang niatnya mau menjaga orang lain dari bau badan kita, mending pakai parfum yang letaknya di kulit bukan di pakaian. Atau pewangi pakaian downy warna biru muda. Saya biasa nyetrika di semprot pakai itu.

4.       Pembelajar

Saya bisa menahan godaan untuk tidak beli pakaian, tas, sepatu, kerudung dan aksesoris ciwi-ciwi lainnya. Tapi tidak bisa menahan godaan untuk ikut kelas online dan offline atau buat beli buku. Melihat buku itu seperti melihat uang, pengen segera diambil—bawa pulang.

5.       Nonton

Nonton film drakor bukan cuma saya kok yang jadi penggemarnya, para moms pun sama. Pernah ngobrol sama senior kepenulisan, eh ternyata beliau ini bulan kemarin nonton drakor tujuh judul dengan rata-rata lima belas episode. Waaw.

Tapi nih, kalau saya nonton drakor atau film barat pilih-pilih. Saya suka tentang detektif, atau apa saja yang ada laganya gitu. Kurang suka sama yang romantis, ntar bucinnya makin parah. Wkwk. Saya juga suka film Indoensia kok, yang ada laganya. Aktor favorit Indonesia “Iko Uwais”.

Saya lebih senang nonton di hape atau laptop daripada diajak hangout keluar, kecuali ke Gramedia.

6.       Suka Tidur

Saya tidak mengidap insomnia, tapi bisa tidur di manapun. Kalau ada tempat yang sekiranya nyaman saya bakal merem tuh. Suka tidur itu membuat ibu saya over protektif melarang saya pulang kampung naik bus, dia takut sesuatu yang buruk terjadi.

Dan teman-teman sering marah karena saya pelor, nempel langsung molor. Semoga bukan karena ada kelainan atau penyakit berbahaya ya.

7.       Makan Pedas dan Makan Mie

Hidup tanpa cabai seperti hidup tanpa kamu. Apaan sih. Gelay. Ibu sering marah kalau saya makan makanan yang pedas, karena saya punya magh. Fyuh sombong.

Saking sukanya makan mi, saya sering nonton mukbang mi, mi Korea yang warnanya membuat mulut ini berkuah. Nonton jadi pelampiasan biar tidak makan mi secara langsung. Karena sekarang makan mi-nya dijadwal.

Ini saja yang bisa saya sampaikan. Semoga kalian tetap mau berteman dengan saya ya...

Sampai bertemu di artikel selanjutnya. Selamat beraktifitas.

 

 

 


Komentar