Review Novel SAHAM (Santri Hasil Makian) karya Puspita Deyu

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum teman-teman? Semoga hari-hari kita menyenangkan dengan selalu bersyukur ya.

Kali ini aku mau bahas Novel SAHAM, pernah disindir sedikit di review-nya novel SEPAKAT. Nah, di novel SAHAM ini ditulis kisahnya Azam, laki-laki yang telah membuat hati Arini tertawan.

Ehem. Gimana sih kisahnya si Azam ini? 


Azam terlahir dari keluarga kaya, Mamanya sosialita, Papanya pekerja keras, jarang pulang. Sibuk.

Sampai keadaannya berbanding terbalik, orang tua mereka sering bertengkar dan akhirnya berpisah. Azam menjadi korban keegoisan orang tua. 

Apa yang menyebabkan hancurnya bahtera pernikahan? Harta. Mamanya memilih pergi dengan lelaki kaya. Ia terpaksa tinggal bersama Papanya yang mulai hilang akal semenjak ditinggal istrinya. Papanya menjadi tukang minum dan main perempuan. 

Tak satu dua, perempuan itu diajak menginap di rumahnya. Sejak kepergian Mamanya dan ditambah tingkah Papanya, Azam menjadi sangat membenci perempuan. Baginya mereka hanyalah makhluk menjijikkan.

Apa yang dilakukan Azam menunggu waktu yang tepat untuk pergi? Keras banget ya hidupnya. Duh! Gak bisa ngebayangin deh!

Setelah mendengar desas desus tentang keberadaan Mamanya, ia pun segera berkemas mencarinya. Bukan. Azam hanya mendatangi kota di mana Mamanya berada.

Nah, di kota Magelang inilah Azam dipertemukan dengan Arini. Sosok yang mengubah hidupnya yang berantakan menjadi semakin kacau. Loh kok? 

Gimana tidak, Azam disajikan dengan kegetiran lain saat hatinya mulai bisa mencintai perempuan, tapi dia harus berkali-kali meninggalkannya.

Di sini aku suka banget sama karakter Azam. Pesan moralnya adalah, tidak semua yang pahit adalah keburukan dan tidak semua yang manis adalah kenikmatan. Allah tau apa yang terbaik untuk hambanya. Kunci ketenangan hidup itu ada dua, sabar dan syukur. 

Azam melalui semua itu dengan ketangguhan dan motivasi hidup dari orang-orang sekitar. Ia berhasil mencapai impiannya. Bukan, itu impian perempuan yang dicintainya. Wuah, jadi pengen deh punya seseorang seperti Azam. Shalih dengan bonus ketampanan. 

Cepat-cepat nyari kaca nih! Haha.

Kegetiran apa yang Azam lalui setelah kebencian pada perempuan terkikis? Dan Impian seperti apa sih yang mati-matian diperjuangkan? Apakah Azam bisa menerima Mamanya dan melupakan kenangan buruk?

Yuk simak kisahnya di KBM App SAHAM (Santri Hasil Makian)

Komentar

  1. penasaran sama lanjutan kisahnya si Azam nih kak, oke deh otw lanjut ke KBM App aja aq.

    BalasHapus
  2. wah gimana kelanjutan kisah si Azzam ya, jadi penasaran
    cus ke aplikasi kbm ah

    BalasHapus
  3. jadi penasaran nih ... sama impian-impian Azzam yang mati-matian untuk memperjuangkan-nya. download dulu ah aplikasi kbm, biar engga penasaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada laki-laki yang memperjuangkan impian perempuan yang dicintainya..

      Hapus
  4. biasanya orang yang keras hidupnya, dia akan punya sikap yang keras pula pada sesama. Namun menjelang pendewasaan dirinya, dia jadi bisa mengikhlaskan apapun yang dihadapinya. Termasuk mengikhlaskan perempuan yang dicintainya meninggalkan impiannya demi mencapai impian hidup

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali kak. Apalagi dikelilingi dengan orang-orang baik yang memotivasi.

      Hapus
  5. Langsung kebayang Iqbal Ramadhan aku ini mba kalo novelnya jadi film. Wkwkwk. Aku suka quotenya, tidak semua yang pahit adalah keburukan dan tidak semua yang manis adalah kenikmatan. Dunia itu semu. Kita hanya bisa melihat kesemuan dan tidak terlarut di dalamnya tentu saja dengan IMAN. Menarik nih novelnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Quote kakak juga menarik tuh. Dunia itu semu.
      Yuk kak mampir ke KBM App aja lansung...

      Hapus
  6. Penasaran dengan KBM app, isinya cerpen semua?
    Atau ada novel juga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua genre ada Kak. KBM App sekarang lagi hits loh!

      Hapus
  7. Azzam berkarakter dalam kisah novel, membuat cerita berseri menjadi menanti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga jadi film layar lebar ya Kak. Hehe

      Hapus
  8. Penasaran sama yang diperjuangkan Azzam nih, terus apa saja lika likunya..bisikin lanjutannya dong mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh, baca langsung aja Kak di KBM App. Hihihi.

      Hapus
  9. Wahh, keren banget ya novel ini.
    Beneran inspiring nih
    Kapan2 mau baca juga ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan lupa download dulu aplikasinya...!

      Hapus
  10. Tadinya aku kira Novel SAHAM tu berbau ekonomi gitu dan bahas saham hehe. Semoga happy ending nih Azzam..

    BalasHapus
    Balasan
    1. SAHAM teh singkatan dari Santri Hasil Makian. Hehe.
      Kan di dunia ini gak ada yang kekal. Happy ending Insyaallah..

      Hapus
  11. Miris ya. Ada seorang ibu yang bisa meninggalkan anaknya untuk menikmati hidup lain dan menyenangkan dirinya sendiri. Fiksi? Nyatanya memang ada loh di dunia nyata.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak. Ini dinukil dari kisah nyata. Tapi kerennya, anak broken home yang notabene rusak justru tumbuh menjadi orang yang berkaraker.

      Hapus
  12. Saya hampir ketipu, kirain tentang saham yang itu, ternyata Santri Hasil Makian :))
    Ulasannya singkat, tapi menarik. Semoga akhir ceritanya bahagia ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Kak. Jangan lupa baca lengkapnya ya. Hehe

      Hapus
  13. Sedih ya kalo broken home.. adikku mengalami hal yang sama mbak, pisah dengan istrinya karena istrinya mencari laki laki yang bisa diajak hangout!

    Anak anaknya 2, untungnya anak yang Sholehah dan sayang dengan papanya. Mereka tahu persis papanya berjuang untuk mereka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Innalillahi. Semoga Allah jadikan anak-anaknya termasuk orang yang shalih ya Kak..

      Hapus
  14. Keluarga adalah tempat paling nyaman untuk pulang, adalah suasana yang paling dirindukan untuk melepas penat, bercerita dan tertawa lepas bagi seorang anak seharusnya. Namun tak begitu bagi Azam. Kebencian seperti sampah yang tertumpuk dan tak dibakar. Pergi tak mungkin, tetap tinggal rasanya bagai di neraka. Bagaimana perjalanan kehidupan Azam menemukan jati dirinya?

    Prolognya aja udah menarik mbak,
    kebayang suasana hati seorang anak yang "tak bisa pulang" hiks hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk pulang Kak. Bilang sayang sama mereka..

      Hapus
  15. Judulnya menggelitik. Cerita di sini makin bikin penasaran. Kudu baca lengkapnya nih. Cus deh ke IBM ya.

    BalasHapus

Posting Komentar